WhatsApp

0813.8119.9072; 0852.1988.3908

House

0

Alasan Kenapa Pernikahan Dini Itu BERESIKO?!!!


Pernikahan Dini adalah pernikahan yang dilakukan pada umur yang belum siap untuk menikah, dan ini beresiko pada janin maupun wanita ketika hamil, dan tidak sedikit masyarakat indonesia yang menikah dini, baik itu untuk memperbaiki status sosial mereka, ataupun tuntutan adat istiadat. Undang-Undang Republik Indonesia No. 1 tahun 1974 pasal 6 mengatur batas minimal usia untuk menikah di mana pernikahan hanya diizinkan jika pria sudah mencapai usia 19 tahun dan pihak wanita sudah mencapai usia 16 tahun. Akan tetapi dari sisi medis dan psikologis, usia tersebut masih terbilang dini untuk menghadapi masalah pada pernikahan. Beberapa penelitian bahkan menunjukkan bahwa pernikahan dini di usia remaja lebih berisiko untuk berujung pada perceraian   Alasan kenapa pernikahan dini tidak dianjurkan ? Berikut ini adalah alasan pernikahan dini sebaiknya tidak terjadi, di antaranya:
  • Resiko Penyakit Seksual Meningkat
Di dalam sebuah pernikahan, pasti terjadi hubungan seksual. Sedangkan hubungan seksual yang dilakukan oleh seseorang di bawah usia 18 tahun akan cenderung lebih berisiko terkena penyakit Menular seks seperti HIV. Begitu Hal ini karena pengetahuan tentang seks yang sehat dan aman masih minim.
  • Resiko Kekerasan Rumah Tangga
Resiko kekerasan terjadi dirumah tangga akibat emotional yang belum stabil dikalangan remaja. Selain Itu akibat kurangnya pengetahuan pada wanita atau pria yang menikah dibawah 18 tahun membuat resiko terjadinya perceraian semakin besar karena kekerasan.
  • Resiko Kehamilan Meningkat
Resiko ketika wanita yang menikah dini dibawah 18 tahun ketika hamil beresiko pada sang Ibu dan janin. Pada janin, risiko yang mungkin terjadi adalah bayi terlahir prematur dan berat badan lahir yang rendah. Bayi juga bisa mengalami masalah pada tumbuh kembang karena berisiko lebih tinggi mengalami gangguan sejak lahir, ditambah kurangnya pengetahuan orang tua dalam merawatnya. Sedangkan ibu yang masih remaja juga lebih berisiko mengalami anemia dan preeklamsia Kondisi inilah yang akan memengaruhi kondisi perkembangan janin. Jika preeklamsia sudah menjadi eklamsia, kondisi ini akan membahayakan ibu dan janin bahkan dapat mengakibatkan kematian.
  • Resiko Ekonomi/keuangan yang rendah.
Resiko ini bisa saja terjadi akibat kurangnya keahlian dan pengetahuan dikarenakan lebih memilih menikah ketimbang menuntut ilmu membuat mereka kesulitan mencari pekerjaan