WhatsApp

0813.8119.9072; 0852.1988.3908

House

0

Tradisi-Tradisi Unik Pernikahan Yang Ada di Indonesia


Pernikahan¬†adalah upacara pengikatan janji nikah yang dirayakan atau dilaksanakan oleh dua orang dengan maksud meresmikan ikatan perkawinan secara norma agama, norma hukum, dan norma sosial. Tapi Tradisi ini Unik untuk dibahas Berikut Ini beberapa tradisi Unik pernikahan yang ada di Indonesia :  
  • Budaya Pingitan (adat Jawa)
    Pada saat menjelang pernikahan, calon pengantin wanita dipingit selama tiga sampai lima hari. Pada masa itu calon pengantin wanita dilarang keluar rumah dan tidak boleh bertemu dengan calon pengantin pria. Calon pengantin wanita melakukan perawatan tubuh di rumah seperti luluran, berpuasa, dan minum jamu-jamuan.  
  • Menyanyikan sebuah puisi lalu disawer (adat Sunda)

https://www.nu.or.id

Sawer dalam Bahasa Sunda berarti tempat jatuhnya air dari ujung genting bagian bawah. Upacara ini dimulai dengan menyanyikan sebuah puisi yang memiliki nilai rohani guna mendidik kedua mempelai. Lantas, kedua pengantin akan menerima bokor yang terdiri dari beras, uang receh, kembang gula atau permen, serta kunyit. Sawer memiliki makna penyampaian nasihat kedua orang tua mempelai. Upacara ini juga melambangkan cinta dan kasih sayang kedua orang tua.  
  • Wajib melihat hari, jam dan tanggal baik (tradisi adat China)
  Melihat hari, jam dan tanggal baik merupakan hal wajib diperhitungkan bagi tradisi adat China di Indonesia. Pesta pernikahan bukan hanya sebagai simbol sementara, bahwa pasangan telah resmi dalam ikatan. Namun bagi keluarga sesepuh yang sangat memperhatikan adat istiadat, mereka menganggap bahwa pernikahan adat China haruslah sakral. Bukan hanya untuk kedua pasangan, namun juga ikatan antara kedua belah keluarga.  
  • Merundingkan mas kawin atau mahar (adat Batak)
    Jika ingin menikahi seorang wanita dari suku Batak, seorang pria harus membeli wanita calonnya dari orang tua. Proses pembelian wanita ini disebut dengan Sinamot (harga mahar yang ditentukan orang tua dari pihak mempelai wanita. Tolok ukur harga beli biasanya adalah pendidikan sang gadis meski tidak menjadi faktor satu-satunya.